Palestina dan Fajar Kebangkitan Umat

Oleh : Sri Haryati

Komunitas Setajam Pena

 

LenSaMediaNews.Com–Saat ini perhatian umat di dunia tertuju pada Gaza, Palestina. Penderitaan yang mereka alami telah menyedot perhatian manusia di belahan dunia. Perhatian ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan atas penjajahan yang di lakukan oleh Israel dan para pendukungnya.

 

Penghinatan terus terjadi, perjanjian-perjanjian yang sudah di sepakati pun dilanggar oleh Israel. Serangan Israel yang membabi buta tanpa memperdulikan aturan perang telah membuat penderitaan masyarakat sipil semakin memprihatinkan. Perusakan rumah sakit dan juga tewasnya tenaga medis menambah derita panjang bagi penduduk Gaza.

 

Sementara negeri-negeri kaum muslimin saat ini tidak bisa berbuat apa-apa,  karena adanya sekat-sekat Nasionalisme yang telah di buat oleh musuh-musuh Islam. Bahkan negara tetangga Palestina seperti Arab Saudi dan Turki yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Islam pun tidak bisa membela saudara seimannya. Mereka lebih takut kepada Amerika.

 

Tidak berhenti sampai di situ,  adanya perang Israel dengan Iran membuat Palestina semakin terpuruk. Perhatian kaum muslimin tidak fokus pada kemerdekaan Palestina, melainkan lebih condong kepada serangan Iran ke Israel. Padahal kondisi Gaza sangat tidak baik.

 

Pengiriman bantuan makanan tidak bisa sampai karena adanya penutupan akses masuk, maka terjadilah krisis pangan, kelaparan melanda tanpa ada harapan kapan bisa terselesaikan. Sementara negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim pun tidak bisa berbuat banyak. Termasuk Indonesia, seharusnya tidak menyetujui solusi dua negara (two nation state) karena hal ini bukanlah solusi terbaik untuk Gaza melainkan solusi absurd.

 

Keinginan Zionis Israel dan Amerika yang sebenarnya, adalah tidak menginginkan Palestina merdeka sepenuhnya. Maka upaya Zionis untuk terus menjajah Palestina ini akan terus terjadi sampai tujuan Zionis tercapai. Tapi warga Palestina tidak akan menyerah sampai titik darah terakhirnya untuk senantiasa memperjuangan agar tanah Palestina tidak diambil oleh Zionis barang sejengkal pun.

 

Mereka tidak akan pernah menjadi pengkhianat atas perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada demi mempertahankan bumi Palestina dengan darah dan nyawanya. Artinya, selagi masih ada pembantaian di Palestina,   maka rakyat Palestina  akan terus melakukan perlawanan.

 

Harusnya,  kondisi ini menyadarkan kaum muslimin di seantero dunia bahwa solusi Palestina bukanlah solusi dua negara (two states solution) melainkan harus ada kekuatan yang sebanding yaitu Khilafah. Karena dengan adanya Khalifah , seorang pemimpin yang akan  memberi komando jihad. Umat Islam tidak boleh terbawa pada opini menyesatkan, ” kalau ingin menegakkan Khilafah berarti merelakan warga Gaza terus akan dibantai”.

 

Ini adalah opini yang menakut-nakuti supaya perjuangan kaum muslimin melemah. Saatnya kaum muslimin fokus pada persatuan umat sampai benar-benar tegak Khilafah di muka bumi ini. Pembantaian  penduduk Gaza ini kita jadikan cambuk untuk kita agar semakin menguatkan satu sama lain,  bersatu memperjuangkan tegaknya Khilafah dan meninggalkan sistem Kapitalisme saat ini yang batil dan menyengsarakan. Allahu Akbar. Wallahu’alam bisawwab. [LM/ry].