One Piece Berkibar, Harapan Solusi Mendasar

One Piece 1-LenSaMedia

Oleh : Ade Farkah, S.Pd.

 

LenSaMediaNews.Com–Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus lalu justru muncul fenomena yang menarik perhatian. Pengibaran bendera One Piece oleh sebagian masyarakat menjadi ramai. Hal ini jelas memicu pro dan kontra.

 

Menkopolkam Budi Gunawan menilai pengibaran bendera One Piece adalah bentuk provokasi yang dapat merendahkan martabat bangsa (hukumonline.com, 4-8-2025). Sebaliknya, Kharik Anhar salah satu mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam aksi pengibaran bendera, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan terkait dengan pengibaran bendera One Piece merupakan bentuk kritik kepada negara yang sistemnya sudah korup dan diisi oleh orang-orang korup. Lantas Kharik Anhar juga mempertanyakan kenapa pemerintah harus marah? (tempo.co, 4-8-2025).

 

Dari fakta di atas, dapat dilihat bahwa masyarakat sudah memahami tentang karut marut yang terjadi di negeri ini. Namun demikian, masyarakat masih perlu untuk disadarkan tentang problematika mendasar beserta solusinya sehingga energi masyarakat tidak terbuang sia-sia.

 

Problematika Mendasar dan Solusinya

 

Problematika mendasar yang terjadi di negeri ini adalah akibat dari diterapkannya Sistem Kapitalisme yang muncul dari akidah sekuler (memisahkan agama dari kehidupan), lebih ironi, karena Indonesia negeri mayoritas penduduknya beragama Islam mengapa justru memisahkan dari kehidupannya sehingga sistem yang berlaku tidak sesuai dengan fitrah manusia. Di satu sisi mengakui keberadaan Tuhan, tetapi di sisi yang lain menganggap bahwa manusia layak menentukan aturan hidup.

 

Itulah pangkal kerusakan. Terlebih terhadap fakta penguasa kita tidak berfungsi sebagai periayah (pengurus rakyat) sebagaimana yang syariat tentukan, justru penguasa sangat anti kritik dan begitu cepat menuduh setiap pendapat, saran atau evaluasi masyarakat sebagai makar.  Oleh karena itu, masyarakat harus disadarkan tentang posisinya sebagai makhluk atau hamba Allah shingga ia berserah diri terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah.

 

Dengan demikian, solusi atas permasalahan yang mendasar tersebut adalah dengan cara menaati seluruh aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt., baik aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt. yakni terkait pelaksanaan ibadah ritual seperti salat, puasa, haji dan lain-lain ataupun aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan diri pribadinya, yaitu berkaitan dengan makanan, pakaian, juga akhlak.

 

Begitu juga sebagai makhluk sosial, Islam juga memiliki aturan terkait dengan hubungan manusia dengan sesama manusia dalam hal ini berkaitan dengan muamalah, termasuk dalam hal bernegara.

 

Ketika aturan hidup manusia dikembalikan kepada aturan Sang Pencipta maka kehidupan akan menjadi lebih teratur dan penduduk bumi akan makmur sebagaimana janji Allah di dalam Al-Qur’an, “Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan limpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Namun, jika mereka mendustakan ayat-ayat Allah, Allah akan menyiksa mereka atas perbuatannya.” (TQS Al-A’raf : 96). Waallahua’lam.[LM/ry]