Palestina Terus Dirundung Derita, Kapan Tuntasnya?

PalestinaSedih-LenSaMediaNews

Oleh : Yuke Octavianty

Forum Literasi Muslimah Bogor

 

LenSaMediaNews.Com–Keadaan Gaza kembali memburuk. Meskipun gencatan senjata sering ditetapkan untuk meredam peperangan, nyatanya tidak memberikan dampak di Gaza. Justru sebaliknya, Israel kian brutal dengan berbagai pelanggaran yang terus dilakukan.

 

Israel Makin Liar

 

Salah satu faktanya terkait organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Gaza. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk keputusan Israel yang semena-mena. Israel telah membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di Palestina, terkhusus di Jalur Gaza (antaranews.com, 31-12-2025).

 

Kemlu juga menegaskan Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerussalem. Kemlu menetapkan perilaku Israel sebagai pembajakan, penindasan dan pelanggaran hukum internasional.

 

Tidak hanya mengamputasi kerja organisasi sosial internasional, Israel juga melakukan pencaplokan wilayah secara terencana. Aneksasi untuk mengekspansi pemukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat, Palestina pada tahun 2025 mencapai angka tertinggi sepanjang pendudukan Israel di Palestina (tribbunnews.com, 2-1-2026). Pemukiman ilegal ini jelas merugikan warga Palestina dan mencegah pembentukan negara Palestina secara signifikan.

 

Penderitaan rakyat Palestina akan terus terjadi sepanjang negara Israel tetap ada dan berdaulat karena pengakuan dunia internasional. Sepanjang penjajahan Palestina oleh Israel tidak bisa dikendalikan, keadaan Gaza dan Palestina niscaya terus memburuk.

 

Israel akan terus mewujudkan cita-citanya dengan dukungan penuh dari negara adidaya Amerika Serikat, untuk mendirikan Israel Raya dan menguasai politik ekonomi dunia dari segala arah dengan berbagai taktik yang keji. Pembiaran eksistensi negara Israel, tidak berbeda dengan membiarkan Palestina dikungkung derita selamanya.

 

Jangan pernah berharap peperangan ini berakhir, saat Israel masih terus ada! Berbagai harapan untuk menyelesaikan peperangan yang dipimpin Amerika Serikat hanya akan berbuah hampa. Amerika akan selalu menjadikan Palestina sebagai negara yang terpuruk dan tersiksa dalam penderitaan. Kecaman dunia pada Israel hanya retorika tanpa tindakan nyata. Pembebasan Palestina tidak akan pernah terwujud melalui kutukan pada Israel. Tak cukup juga hanya dengan membuka bantuan kemanusiaan dunia internasional.

 

Islam, Solusi Pasti untuk Palestina

 

Palestina butuh solusi nyata yang mampu menuntaskan peperangan. Palestina membutuhkan kekuatan tangguh yang benar-benar mampu membela. Kaum muslim harus sadar dan terus disadarkan bahwa tanah Palestina adalah tanah kaum muslim yang harus dibela.

 

Imam Ibn Taimiyah rahimahullah berkata: “Apabila musuh memasuki negeri kaum Muslimin, maka jihad menjadi kewajiban atas penduduk negeri itu dan yang terdekat dengan mereka.” (Majmū‘ al-Fatāwā). Rasulullah SAW. bersabda, “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak di atas kebenaran. Tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, hingga datang perintah Allah, sementara mereka berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya.” (HR. Ahmad).

 

Pengkhianatan penguasa muslim harus dihentikan. Kesadaran kaum muslimin harus bangkit dan bersatu dalam sistem yang tangguh dan membela kaum muslim. Sistem Islam-lah satu-satunya harapan. Sistem Islam dalam wadah institusi khilafah. Dengan khilafah, kekuatan tentara Islam menjadi garda terdepan yang membela.

 

Kaum muslim harus menjadi kaum tangguh yang meyakini bahwa penderitaan Palestina hanya akan berakhir saat institusi Khilafah menjadi junnah (perisai) kaum muslim dunia. Perwujudan Khilafah mesti diperjuangkan melalui dakwah intensif yang mampu melahirkan kesadaran umat.

 

Kaum muslim yang memiliki kesadaran dan keimanan, mampu membentuk gerakan tangguh yang menyatukan pemikiran dan perasaan dengan landasan akidah yang kokoh. Khilafah-lah satu-satunya pembela. Dengannya, keselamatan kaum muslim dunia terjaga sempurna dari segala bentuk kezaliman. Wallahu’alam bisshowwab. [LM/ry].