Serangan Dunia Digital terhadap Generasi Muda

Serangan digital

 

Oleh Ruli

 

LensaMediaNews.com, surat pembaca_ Pada zaman modern seperti saat ini ruang digital sangat mempengaruhi aktivitas kehidupan. Manusia bisa dengan cepat mengakses segala informasi yang terjadi di seluruh dunia. Dengan membuka platform sosial media dengan sekejap dapat mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia lain. Bahkan ketika seseorang ingin memenuhi kebutuhannya, membeli sesuatu, baik itu berupa barang, makanan, minuman atau apapun, bisa dengan mudah hanya dengan menggunakan media sosial, langsung diantar ke tempat tujuan. Begitu dimudahkan tidak perlu keluar rumah.

 

Bagaikan dua sisi yang saling bertentangan ada satu sisi digital sosial media ini dibutuhkan sebagian orang, karena ada manfaat yang bisa digunakan. Tetapi sisi lain sosmed ini sangat mempengaruhi pemikiran generasi saat ini, misalnya di bidang informasi, selain pendidikan banyak hal lain yang bisa diakses. Sebagai generasi muda sangat diuntungkan akan mudah dalam belajar banyak informasi yang didapat. Tetapi hal lain juga akan mudah diakses, misalnya seperti game online yang dapat melalaikan, ada juga judi online, pinjaman online yang berbasis riba, juga tayangan porno yang sewaktu-waktu muncul di layar. Sangat miris sebagai orang tua, saat anaknya yang belum baligh, menyaksikan tayangan yang tidak senonoh di media digitalnya.

 

Adanya penurunan kemampuan berpikir kritis pada generasi muda merupakan salah satu bagian dari akibat konsumsi konten digital berlebih, sering disebut brain rot atau pembusukan otak. Dikarenakan banyaknya informasi yang masuk, tapi tidak sesuai dengan syariat Islam. Di antaranya, masuknya ide-ide sekuler dan liberal, sehingga generasi muda jauh dari aturan Al-Qur’an dan As-Sunah. Arus deras informasi digital yang tidak sesuai dengan syariat Islam, menjadi tantangan besar generasi muda.

 

Pemerintah yang sekuler dan liberal juga menjadikan generasi muda hilang arah. Akses internet yang tidak disaring menyebabkan generasi muda, tidak terkendali. Sehingga Gen Z sekarang mengalami serangan pemikiran dan budaya yang berupa kesetaraan gender, HAM, moderasi beragama dan masih banyak yang lainnya. Hal ini menciptakan lingkungan yang rusak pada generasi muda.

 

Generasi muda sekarang ini membutuhkan pembinaan yang intens mengenai syariat Islam, agar dapat terselamatkan dari arus global yang bebas sekarang ini, yaitu menghalalkan segala cara agar tercapai tujuan yang diinginkan. Kaum muda harus dapat mengambil arah pandang hidup menurut Islam, sebab generasi muda merupakan generasi pemimpin dan penakluk yang tegak di atas Al-Qur’an dan As-Sunah. Wallahu a’lam bhishawab.