Kecamuk Palestina, Hilangkan Rasa Iba

Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
LenSaMediaNews.Com–Peperangan di Palestina terus berkecamuk. Hingga kini, keadaan Gaza semakin tidak manusiawi. Warga Gaza dilarang keras mendekati pusat distribusi bantuan oleh otoritas militer Israel. Tidak hanya sekedar memblokade zona bantuan, Israel pun kembali melakukan serangan udara dan tembakan militer di sekitar wilayah Gaza, terutama di Khan Younis dan Rafah (beritasatu.com, 7-6-2025).
Tidak kurang dari 17 orang dilaporkan tewas dan 40 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan Israel pada Sabtu dini hari (7-6-2025) dinihari yang bertepatan dengan perayaan hari Tasyrik. Pada hari Iduladha, Jumat (6-6-2025) lalu Israel juga melancarkan serangan udara dan menembaki warga sipil sehingga menyebabkan 55 orang kehilangan nyawa.
Hingga saat ini, Palestina masih terus menjadi sasaran genosida penjajah Zionis Yahudi yang semakin membabi buta. Bayi-bayi merah pun menjadi sasaran kebrutalan mereka. Alasan tidak masuk akal mereka lontarkan, mereka membunuh bayi-bayi warga Palestina karena bayi-bayi ini terlahir muslim dan keturunan Palestina.
Parahnya lagi, zionis juga menjadikan kelaparan sebagai senjata ampuh untuk membunuh generasi Palestina dengan perlahan. Serangan demi serangan pun terus diluncurkan, bahkan saat hari raya berkumandang.
Dampak Sistem Kapitalisme Nasionalis
Melihat kekejaman zionis, negara-negara besar dunia justru terdiam. Penguasa muslim hanya sibuk menyampaikan retorika tanpa mampu mengirimkan pasukan untuk mengusir penjajah. Rasa kemanusiaan telah lenyap. Iba pun menghilang seiring dengan hilangnya kekuatan pemimpin negara muslim. Padahal mestinya rasa kemanusiaan itu fitrahnya selalu ada dalam diri manusia. Terlebih pada bayi-bayi lemah yang tidak mampu membela diri.
Hilangnya rasa kemanusiaan telah menunjukkan matinya sifat dasar manusia. Inilah buah sistem Kapitalisme, sistem rusak yang mengagungkan nilai materi, kesombongan dan rasa superior disertai rasa benci atas manusia lainnya. Kekejaman yang begitu dahsyat sama sekali tidak mampu mengusik nurani para pemimpin muslim.
Kapitalisme tidak berdiri sendiri. Karena cacatnya sistem rusak ini, mau tidak mau konsepnya harus bersandar pada sistem lain yang juga batil. Inilah Nasionalisme, salah satu sandaran Kapitalisme yang menghilangkan rasa kemanusiaan antar manusia bahkan antar sesama muslim.
Sistem-sistem rusak ini lahir dari pemahaman Barat yang liberal dan sekular. Sistem yang memiliki paradigma serba bebas yang lahir dari konsep pemisahan aturan agama dari kehidupan. Individu tidak lagi berpegang pada konsep benar salah, terlebih halal haram.
Semua keputusan didasarkan pada emosi dan hawa nafsu serta keserakahan menguasai kekayaan dan kekuasaan. Sikap demikian telah menghilangkan naluri dan sikap kemanusiaan yang sejatinya ada pada setiap individu manusia. Hingga akhirnya seluruh keburukan ini berujung pada ketidakadilan pada muslim Palestina yang terus terpuruk.
Islam, Sistem Adil Solusi Palestina
Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu laksana perisai, di mana orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.”(HR. Muttafaqun ‘alayh)
Dalam Islam, akidah menjadi dasar utama dalam menyatukan umat (ukhuwah Islamiyyah), tanpa dipisahkan batas negara. Prinsip inilah yang mampu menyatukan rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan seluruh umat muslim dunia.
Khilafah, satu-satunya wadah yang menerapkan sistem Islam, memiliki kekuatan untuk menetapkan kebijakan militer yang tangguh. Tujuannya untuk menjaga umat Islam dari berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan. Menjaga kehormatan, harta sekaligus nyawa setiap individu.
Lebih dari sekadar sistem kenegaraan, khilafah juga memiliki peran penting dalam membangkitkan kesadaran politik Islam di tengah masyarakat. Edukasi intensif terus ditetapkan sebagai bagian dari pendidikan umat. Melalui pembinaan tsaqafah Islam yang mendalam dan berkesinambungan, umat akan memahami kewajibannya untuk berdakwah dan membela saudara seiman.
Termasuk dengan berjihad di jalan Allah SWT. Kesadaran tersebut akan membentuk kekuatan iman dan menyatukan pola pikir, pola sikap serta perasaan umat Islam. Tidak hanya itu, sistem Islam pun akan menempatkan setiap individu sebagaimana mestinya, sesuai fitrahnya. Senantiasa membela jika ada yang tertindas. Senantiasa kokoh dalam rasa ukhuwah yang terus dijaga dan didukung oleh institusi Khilafah.
Khilafah adalah satu-satunya institusi yang secara nyata mampu memberikan solusi nyata dan melindungi kaum yang tertindas. Khilafah juga akan menjadi pilar dalam menciptakan perdamaian dunia, menghapus berbagai bentuk kolonialisme, dan menghentikan segala bentuk kezaliman. Melalui strategi dan mekanisme yang ditetapkan dalam wadah khilafah, ukhuwah Islamiyyah akan terwujud sempurna untuk menjaga persatuan dan kekuatan umat muslim dunia. Wallahu a’lam bisshawwab. [LM/ry].
