Konten Beracun Menyebar, Pikiran Generasi Tersasar

Oleh: Nita Sari
Aktivis Dakwah Gen Z
LenSaMediaNews.Com–Generasi muda saat ini berada dalam posisi yang semakin rentan terhadap berbagai konten di dunia digital. Beragam tayangan seperti kekerasan, pornografi, perjudian daring, ujaran kebencian, candaan ekstrem, hingga gaya hidup hedonis mengalir bebas di berbagai media sosial. Dampaknya tidak hanya mempengaruhi pola pikir mereka, tetapi juga membentuk sikap, perilaku, bahkan cara mereka memahami ajaran agama.
Kemudahan akses internet tanpa dibarengi kemampuan literasi digital yang memadai membuat para remaja semakin mudah terseret ke dalam arus yang salah. Para psikolog menjelaskan bahwa struktur otak remaja yang masih dalam tahap perkembangan, menjadikan mereka lebih rentan meniru perilaku buruk.
Kondisi ini semakin buruk karena algoritma media sosial cenderung mengarahkan pengguna pada konten serupa yang pernah mereka lihat. Sehingga remaja sering terjebak dalam lingkaran distraksi, menjadikan penurunan minat belajar, melemahnya kemampuan berpikir kritis, dan perilaku negatif yang seharusnya tidak wajar justru dianggap biasa.
Bila kemajuan teknologi tidak diawasi dengan serius, justru bisa berubah menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda. Dalam situasi seperti ini, negara yang menerapkan sistem sekuler sering dipandang gagal menjalankan perannya sebagai penjaga generasi. Negara yang seharusnya menjadi pelindung moral dan akidah rakyat, justru sebaliknya lebih sering berfungsi sebagai pihak yang memfasilitasi industri digital.
Aturan yang dibuat pun kerap tidak efektif, lemah, atau terlambat, dan tidak sanggup membendung kepentingan ekonomi yang lebih dominan. Di sisi lain, para penyedia platform digital terus mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang mereka timbulkan. Pada akhirnya, ruang digital yang aman, bersih dari konten negatif, dan edukatif bagi generasi muda tidak pernah benar-benar terwujud.
Berbeda dengan kondisi tersebut, Sistem Khilafah memandang bahwa negara memikul tanggung jawab sebagai ra’in (pengurus rakyat) dan junnah (pelindung rakyat), dengan tujuan utama menjaga dan menyelamatkan generasi, terutama generasi muda (generasi gemilang). Semua kebijakan negara diatur untuk memberikan perlindungan menyeluruh, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital.
Dalam hal ini, negara akan melakukan penyaringan konten yang sangat ketat menggunakan teknologi yang mumpuni, sehingga konten berbahaya tidak bisa masuk dan menyebar dengan mudah seperti saat ini.
Negara akan menjadikan ruang digital dan mengarahkannya menjadi sarana pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan dakwah. Generasi muda dipandang sebagai pilar masa depan peradaban, sehingga negara berkewajiban menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan kepribadian yang berkualitas bagi mereka.
Teknologi tetap digunakan, tetapi hanya selama membawa manfaat dan tidak bertentangan dengan syariat. Menjadikan solusi Islam bersifat menyeluruh dan benar-benar fokus pada perlindungan generasi. Negara dalam Islam sangat menjaga akidah dan moral umat, memastikan kontrol ketat terhadap semua konten digital.
Negara akan menanamkan akidah Islam sejak dini dengan sistem pendidikan islam, sehingga anak dan remaja mempunyai pola sikap dan prilaku Islam yang kuat, sehingga anak akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Dengan menanamkan fondasi yang kuat mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh konten yang negatif.
Negara juga mengatur pergaulan dan interaksi umat antarmanusia secara terhormat dan bermartabat untuk menutup celah perilaku yang merusak moral, termasuk menghilangkan penyebaran konten yang dapat membangkitkan syahwat dan merusak akhlak.
Negara dalam Sistem Islam mengatur dan serta menjaga akidah dan moral umat, memastikan kontrol ketat terhadap semua konten digital, menutup akses terhadap konten yang haram dan berbahaya, serta menjatuhkan hukuman yang tegas bagi pihak-pihak yang merusak generasi. Negara juga bertanggung jawab menciptakan lingkungan media yang baik, penuh pembelajaran, dan bersifat membangun.
Melemahnya kondisi generasi saat ini bukanlah sesuatu yang tidak dapat dihindari, melainkan merupakan dampak dari sistem yang gagal memberikan perlindungan moral dan spiritual secara menyeluruh. Selama ruang digital tetap dikendalikan tanpa nilai dan aturan Islam, kerusakan moral akan terus berulang.
Oleh karena itu, sudah saatnya umat menyadari bahwa penerapan ajaran Islam secara total adalah jalan yang diyakini mampu melindungi dan menyelamatkan generasi dari kehancuran moral serta krisis jati diri yang semakin parah.
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Imam/Khalifah adalah perisai orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung…” (HR Muslim). Wallahualam bissawab. [LM/ry].
