Menanti Sang Pembebas Untuk Palestina

Bebaskan Palestina, LenSaMedia

Oleh: Nurjannah S

 

LenSaMediaNews.Com–Sebagaimana diberitakan baru-baru ini,  Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan negaranya akan secara resmi mengakui kemerdekaan Palestina di Sidang Umum PBB, Kamis, 24 Juli 2025. Langkah ini menambah jumlah negeri yang mengakui atau berencana untuk mengakui negara Palestina menjadi 142 negara (CNBCIndonesia.com, 26-07-2025).

 

Penderita Palestina Tidak Henti

 

Rencana pengakuan Prancis atas kemerdekaan Palestina menjadi sorotan dunia, seolah ini akan menjadi angin segar dan jaminan bagi keselamatan Gaza. Padahal kenyataan menunjukkan bahwa Gaza tetap menderita dan sekarat.

 

Prancis mengakui kemerdekaan Palestina itu sama dengan mengakui solusi dua negara yang selama ini menjadi akar persoalan Palestina. Bahkan solusi dua negara inilah yang menyebabkan jutaan rakyat Palestina syahid sejak tahun 1948 yaitu sejak PBB menetapkan berdirinya institusi Yahudi di Palestina.

 

Meskipun sudah banyak negara yang mengakui kemerdekaan Palestina akan tetapi kenyataan menunjukkan itu tidak menjadikan kondisi Gaza lebih baik. Hingga hari ini genosida terus berlangsung, bahkan warga Palestina yang hidup hari ini terancam kelaparan ekstrim.

 

Badan bantuan pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) melaporkan bahwa sepertiga warga Gaza tidak makan selama berhari-hari. Dilansir dari CNBCIndonesia.com,  25 Juli 2025, tercatat 113 orang meninggal di Gaza karena kelaparan dan gizi buruk, 21 orang diantaranya balita. Kondisi Gaza yang semakin mengenaskan semakin menunjukkan matinya naluri umat manusia khususnya pemimpin-pemimpin muslim, khususnya Lemimpin Arab yang berbatasan langsung dengan Palestina.

 

Prancis Membantu Genosida Lewat Ekspor Senjata

 

Barat bertanggung jawab atas genosida yang dilakukan Zionis, sebab mereka telah menjadi penjaga dan penopang eksistensi Zionis. Negara-negara barat terus mengirimkan senjata ke Zionis untuk membunuh rakyat Gaza. Diantara negara pemasok senjata Israel adalah : Amerika, Jerman, Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis.

 

Ini semua menunjukkan bahwa umat Islam tidak boleh berharap pada Barat dalam membebaskan Palestina. Bahkan berharap pada mereka hakikatnya sebuah kebodohan dan dosa di sisi Allah, sebab mereka tidak henti-hentinya menyakiti Islam dan kaum muslimin dengan mengirimkan senjata kepada Zionis.

 

Prancis merupakan salah satu produsen senjata terbesar di dunia, terus mengirimkan suku cadang senjata ke Israel. Prancis telah mengeluarkan 767 izin ekspor ke Israel sejak tahun 2015. Dalam sebuah laporan bersama yang dirilis situs investigasi Prancis Disclose dan harian Marsactu pada 25 Maret, Prancis telah mengirimkan setidaknya 100.000 peluru senjata Gatling ke Israel pada akhir Oktober 2023.

 

Kejahatan Barat Terhadap Islam

 

Negara Barat merupakan pengemban ideologi Kapitalisme dan Demokrasi , kedua sistem itu telah menjadikan penjajahan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ideologinya. Bahkan Barat telah menghancurkan Khilafah Islam yang menjadi pelindung umat Islam di seluruh dunia.

 

Dalam bukunya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani , salah satu tokoh mujtahid mutlak yang berjudul “Ad-Dawlah al-Islâmiyyah” disebutkan bahwa kehancuran institusi Islam atau Khilafah tidak lepas dari strategi jahat penjajah Barat. Negara-negara Barat : Inggris, Prancis, Italia dan Rusia secara terus-menerus membuat konspirasi untuk menghancurkan Khilafah Utsmaniyah. Mereka melakukan serangan politik dengan menggerogoti wilayah-wilayah Khilafah. Prancis merampas Al-Jazair tahun 1830.

 

Membangun Kesadaran Politik

 

Ideologi Kapitalisme yang diemban barat bertolak belakang dengan Islam. Islam memerintahkan manusia untuk taat kepada Allah dan menjadikan akidah Islam sebagai asas bernegara. Sementara sistem Kapitalisme menjadikan pemisahan agama dari kehidupan sebagai asas dalam bernegara.

 

Penjajahan merupakan cara yang  dianut dan disebarkan oleh kapitalisme ke seluruh dunia. Negara-negara kapitalisme sadar bahwa penjajahan atas negeri Islam akan berhenti saat umat Islam bersatu dibawah kepemimpinan Islam yaitu Khilafah. Yang kelak membebaskan negeri-negeri Islam dari sistem Kapitalisme Demokrasi menuju ketaatan pada Allah semata, sekaligus mencabut Zionis dari Palestina dan menjaga darah umat manusia.

 

Umat Islam harus segera memahami bahwa kemuliaan dan keselamatan itu hanya ada pada Islam dengan terwujudnya Khilafah sebagai metode baku penerapan syariat. Dalam surat An Nur ayat 55, Allah berjanji bahwa umat Islam suatu saat nanti akan berkuasa di muka bumi dan akan mengganti ketakutan umat Islam dengan rasa aman. Wallahua’lam bishowab. [LM/ry].