Pentingnya Merekonstruksi Tsaqofah Generasi Digital

TsaqofahDigital-LenSaMediaNews

Oleh: Cokorda Dewi

 

LenSaMediaNews.Com–Fakta tentang paparan gadget di kalangan Gen Z atau generasi digital semakin mengkhawatirkan, sebagaimana dilansir berbagai media online. dr. Andri Nurdiyana Sari, spesialis kedokteran kejiwaan, mengingatkan bahwa bahaya kecanduan gadget dapat mengakibatkan kecemasan, depresi, hingga gangguan psikotik (Ponorogo.go.id, 23-11-2025).

Seorang remaja berusia 14 tahun di wilayah Cicantayan, Sukabumi, berubah menjadi pendiam, sering marah, hingga akhirnya putus sekolah. Waktunya hanya dihabiskan bermain gadget setiap hari (radarjabar.com, 27-8-2025).

Fenomena generasi muda mengalami “brain rot”, yaitu suatu kondisi dimana fungsi kognitif mengalami kemunduran, hingga seseorang mengalami kesulitan mencari kebenaran, terganggunya konsentrasi,, tidak fokus memori, penurunan kemampuan pemecahan masalah, kesulitan mengambil keputusan, dan kesulitan mengendalikan emosi. Kondisi ini disebabkan karena seringnya mengkonsumsi konten digital yang cepat dan dangkal (kompas.com, 28-6-2025).

 

Kedangkalan pola pikir generasi muda ini dipengaruhi oleh paparan gadget yang menggunakan desain algoritma digital dalam hegemoni sekuler kapitalis. Logikanya justru berjalan berdasar kecepatan durasi satu konten bukan pada fakta kebenaran itu sendiri.  Hiburan adalah hal utama sebagai pelarian dari segala permasalahan yang dihadapi.

 

Sehingga memunculkan generasi mager, malas memikirkan solusi, tidak tertarik pada aktivitas fisik, juga tidak tertarik untuk mempelajari tsaqofah Islam. Urusan agama hanya sebatas ibadah mahdhoh saja, yaitu sholat, puasa, dan zakat. Tidak sedikit generasi digital ini semakin kehilangan arah.

 

Kondisi ini jika tidak ada upaya pencegahan, maka generasi muda hanya akan menjadi obyek target pasar, bukan sebagai pelaku perubahan.
Untuk itu, dibutuhkan upaya yang ekstra dalam rangka membuat generasi digital ini beralih sejenak dari arus viralitas di media sosial. Upaya ini dilakukan untuk Merekonstruksi tsaqofah generasi digital, dari hegemoni sekuler kapitalis menjadi tsaqofah Islam. Pembekalan tsaqofah Islam ini sangat penting bagi generasi digital untuk menghindari brain rot.

 

Islam mendukung kemajuan tekhnologi, dan menempatkan syari’at sebagai standar batasan konten dan jangkauannya, termasuk desain algorithma digital. Melalui pemahaman Islam kafah secara intensif, dan pembinaan literasi ideologis yang sistematis dan bersinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.

Peranan negara dalam hal ini sangat efektif, mengingat negara adalah penentu kebijakan dan yang memiliki kekuasaan penuh. Rekonstruksi tsaqofah generasi digital adalah melalui pembinaan yang intensif (tatsqif), yang akan membuat generasi digital memahami bahwa Islam adalah “the way of life” (pedoman hidup). Sehingga ketika ia memahami konsep hidup dalam Islam adalah menjadi hamba Allah ia akan mampu untuk mengendalikan gadget-nya, dan memanfaatkannya untuk kepentingan dakwah Islam serta kemaslahatan umat.

Pembinaan ini diserahkan pada partai politik Islam Ideologis, yang tumbuh bersama dan di tengah masyarakat.
Peran negara memberikan ruang pada partai Islam Ideologis, dan menjamin keamanannya dalam rangka dakwah Islam kafah menuju kebangkitan umat yang hakiki. Kemajuan teknologi menjadikan generasi kian cemerlang dan dakwah Islam kian melanglang. Wallahulalam bissawab. [LM/ry].