Tahun Baru Masehi dan Tasyabbuh Remaja Muslim

tahun baru dan tasyabbuh remaja muslim

Lensamedianews.com, Surat Pembaca— Fenomena kenakalan remaja bukanlah persoalan insidental, melainkan problem sistemik yang terus berulang, salah satunya tampak jelas setiap pergantian Tahun Baru Masehi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 mencatat angka kenakalan remaja di Indonesia mencapai 23,46 persen. Fakta ini seharusnya menyadarkan semua pihak bahwa euforia perayaan tahun baru kerap membuka ruang bagi perilaku menyimpang, terutama ketika perayaan tersebut tidak berpijak pada nilai moral dan agama yang benar.

Perlu disadari bahwa perayaan Tahun Baru Masehi sejatinya bukan berasal dari ajaran Islam. Tradisi ini lahir dari sistem penanggalan dan budaya Barat yang berakar pada peradaban non-Islam. Namun, ironisnya, sebagian remaja muslim justru larut merayakannya, bahkan menirukan berbagai praktik yang jelas bertentangan dengan syariat, seperti mabuk-mabukan, balapan liar, tawuran, hingga menghalalkan staycation bersama pasangan. Kondisi ini menunjukkan adanya krisis identitas dan lemahnya pemahaman keislaman pada generasi muda.

Islam telah memberikan peringatan tegas terkait sikap meniru budaya asing yang bertentangan dengan akidah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menegaskan larangan tasyabbuh, yakni menyerupai tradisi dan kebiasaan kaum lain yang tidak sejalan dengan Islam. Menjadikan Tahun Baru Masehi sebagai ajang hura-hura jelas mencerminkan adopsi gaya hidup sekuler yang menjauhkan remaja dari nilai halal dan haram.

Oleh karena itu, sudah saatnya negara, keluarga, dan masyarakat mengambil peran lebih serius dalam membina remaja muslim agar memiliki jati diri Islam yang kokoh. Remaja perlu diarahkan untuk memahami bahwa kemuliaan hidup tidak terletak pada ikut-ikutan tradisi asing, melainkan pada ketaatan kepada Allah SWT. Tanpa pembinaan berbasis akidah dan syariat, perayaan Tahun Baru Masehi akan terus menjadi pintu masuk kenakalan remaja dan praktik tasyabbuh yang merusak masa depan generasi. [LM/Ah]

Siti Nurazizah
(Aktivis Dakwah Remaja)