Urgensi Jamaah Dakwah di tengah Sistem Kapitalis

Oleh : Cokorda Dewi
LenSaMediaNews.Com–Pengaruh dunia digital pada anak-anak dan remaja saat ini sudah mencapai level sangat mengkhawatirkan. Contohnya kasus peledakan di SMAN 72 Jakarta, dilakukan oleh seorang remaja yang diduga mengalami perundungan di sekolah. Pelaku diduga terjebak ideologi ektrim yang selama ini sering muncul di luar negeri(Kompas.id, 13-11-2025).
Pola kenakalan remaja telah mengalami transformasi signifikan, tawuran disebarkan melalui Instagram, disiarkan langsung di Tik Tok, bahkan ada yang disponsori oleh akun judol. Fenomena ini disebut sebagai kenakalan remaja 2.0, yang merupakan bentuk baru perilaku menyimpang di era Digital (BRIN.go.id, 12-11-2025).
Akar masalah dari kenakalan remaja yang berevolusi tetap berhulu pada permasalahan keluarga. Ketidakhadiran orang tua dalam kehidupan remaja, menyebabkan adanya gap pendidikan literasi digital antara anak dan orang tua (The conversation.com, 5-12-2025).
Kasus-kasus degradasi moral generasi muda yang tersebar di berbagai media online, menandakan bahwa remaja sebagai digital native sangat mudah diekploitasi. Banyaknya arus informasi di dunia digital yang tanpa arahan sahih menjadi konsumsi generasi, menyebabkan mereka kehilangan jati diri, tidak terkontrol dan tanpa batasan.
Jiwa remaja yang pemberontak, implusif, rasa ingin tahu yang besar, jika tanpa pemahaman yang sahih mengakibatkan tidak lagi bisa membedakan mana halal dan haram, yang penting terpuaskan keingintahuannya, nyaman yang semu, dan bisa viral untuk mendapatkan profit.
Kondisi kaum ibu muslim pun tak kalah memperihatinkan, adanya degradasi peran ibu sebagai ummun wa robbatul bayt dan pendidik generasi, hingga abai akan pengaruh negatif ruang digital bagi anak-anaknya. Bahkan tak sedikit yang menjadi korban digitalisasi.
Dunia digital yang dikuasai oleh hegemoni sekuler Kapitalisme, tidak hanya mengedepankan profit ekonomi saja, tapi juga menjauhkan generasi dari akidah Islam. Penyebaran ideologi batil ini, telah menjauhkan generasi Islam dari pemikiran ideologi Islam.
Sistem sekuler Kapitalis yang diterapkan negara, memandang rakyatnya sebagai obyek komersial, dan menjauhkannya dari urusan agama. Urusan agama hanya ditempatkan dalam ruang privasi saja. Hal ini turut memperparah kondisi umat saat ini yang cenderung mengalami degradasi moral.
Berada dalam kondisi dimana negara menerapkan sistem sekuler kapitalis, maka kehadiran jamaah dakwah Islam kafah sangat dibutuhkan oleh umat. Pentingnya pembinaan para ibu dan generasi muda untuk memahami Islam secara kafah, agar memiliki kepribadian Islam dan siap memperjuangkan kebangkitan Islam.
Dalam Al-Quran surat Ali Imron: 104, Allah mewajibkan adanya jamaah dakwah yang menyerukan amar ma’ruf nahi munkar. Demikian pula sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullãh SAW., bahwa jamaah dakwah memiliki tugas mulia, yaitu membina umat dalam memahamkan Islam ideologi, menyiapkan umat menjadi pelopor peradaban pembela dan pengemban Islam kafah.
Pembinaan (tatsqif) adalah merupakan tahapan awal metode dakwah Rasulullãh SAW. di Fase Makkah, kemudian dilanjutkan interaksi dengan umat, dan pada akhirnya istilamul hukmi (penerapan Islam sebagai sistem kehidupan dalam bernegara).
Degradasi moral umat, hanya bisa diatasi melalui pemahaman Islam kafah pada umat, dan peran negara dalam menerapkan sistem Islam secara kafah. Wallahu’alam bishshowab. [LM/ry].
