Pernikahan Adalah Berkah, Bukan Kekhawatiran

Oleh: Erni Yulianti, S.Pd.I
Pemerhati Masalah Sosial
LenSaMediaNews.Com–Konten bertagar #MarriageIsScary sempat viral dan ramai di bicarakan di tiktok. Menunjukkan fakta kekhawatiran pemuda terhadap institusi pernikahan semakin mendominasi kalangan anak muda, terutama pemuda muslim.
Banyak dari mereka terjebak dalam pandangan bahwa pernikahan adalah beban. Hal ini tidak lepas dari realitas yang mereka saksikan, seperti maraknya kasus KDRT, perceraian, hingga suami-istri yang saling membunuh, dan berbagai persoalan rumah tangga lainnya. Akibatnya, pernikahan tidak lagi dipandang sebagai ladang kebaikan (netralnews.com, 22-11-2025).
Lebih jauh, munculnya fenomena childfree semakin memperburuk citra pernikahan yang sejatinya agung dan mulia. Padahal, anak muda adalah harapan bangsa. Tidak layak jika mereka terus disibukkan oleh ketakutan ini hingga mengabaikan peran strategis sebagai generasi masa depan dan agen perubahan.
Akar Masalah
Kondisi ini tidak lepas dari sistem yang berlaku saat ini, yakni Kapitalisme, yang telah memandulkan potensi pemuda, khususnya pemuda muslim. Padahal, jumlah pemuda di Indonesia sedang meningkat dibandingkan kelompok usia lainnya.
Usia produktif ini seharusnya menjadi kekuatan besar untuk memajukan negara. Namun, alih-alih berkontribusi optimal, mereka justru dihantui kecemasan hidup akibat kemiskinan dan ketidakpastian ekonomi dan teralihkan dengan isu-isu tak mencerdaskan seperti ‘Marriage is Scary’.
Di samping itu, bercokol pula paradigma berpikir yang keliru, seperti hedonisme dan materialisme, yang membuat mereka terus merasa tidak cukup dengan rezeki yang dimiliki. Akibatnya, standar sukses, kaya, dan bahagia semakin meninggi. Inilah salah satu sebab mengapa mereka lebih takut miskin daripada takut tidak menikah.
Gaya hidup materialistis dan hedonis tumbuh subur dari sistem pendidikan sekuler. Sandaran hidup generasi muda tidak lagi bertumpu pada aturan agama. Kehidupan pun dijalani dengan prinsip serba boleh. Tak masalah melanggar aturan agama, asalkan apa yang diinginkan telah didapatkan. Ditambah lagi, pengaruh media liberal yang terus menggiring anak muda untuk berkiblat pada nilai-nilai Barat, hingga perlahan menghilangkan jati diri muslim dalam diri mereka.
Solusi Islam
Islam memiliki solusi tuntas bagi anak muda yang takut menikah, di antaranya sebagai berikut. Pertama, adanya kabar gembira tentang diluaskannya rezeki bagi mereka yang menikah. Allah SWT berfirman yang artinya,“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS. An-Nur 24: 32).
Rasulullah saw. juga menegaskan kecintaannya kepada umat yang memiliki banyak keturunan. Seorang muslim dengan keimanan yang kuat dan kecintaan yang tinggi kepada Allah dan Rasul-Nya akan berusaha mewujudkan hal-hal yang dicintai Allah SWT. dan Rasul-Nya, termasuk memperbanyak keturunan. Dengan demikian, anak muda tidak lagi takut menikah, melainkan berbondong-bondong mempersiapkan diri untuk menikah.
Kedua, negara dalam Islam menyediakan pendidikan berbasis akidah Islam. Pendidikan ini mampu membentuk generasi berkarakter yang tidak terjebak dalam hedonisme dan materialisme, bahkan menjadi penyelamat umat.
Seorang muslim seharusnya memahami bahwa tujuan hidupnya adalah meraih rida Allah SWT.. Oleh karena itu, ia akan mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk Allah, demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Hidupnya tidak berputar pada kepentingan diri sendiri semata.
Pendidikan Islam akan melahirkan generasi yang hebat, kuat, dan tangguh, generasi yang memandang pernikahan sebagai ibadah dan sarana melanjutkan keturunan. Inilah gambaran generasi dalam negara yang berdiri di atas Sistem Islam, yang melahirkan peradaban tinggi dan gemilang. Sudah saatnya kita meninggalkan sistem kapitalisme dan beralih kepada sistem Islam. Walllahu a’lam bishowab. [LM/ry].
